Subdomain Adalah? Pengertian, Contoh dan Cara Membuatnya

Subdomain adalah bagian tambahan dari domain utama (Sub: kb. bawah, agak, dekat). Subdomain dibuat untuk tujuan organisasi dan navigasi ke bagian lain dalam website. Kamu bisa membuat lebih dari satu sub domain pada satu nama domain utama.

Contoh : toko.websiteku.com

Pada contoh diatas, “toko” adalah subdomain, “websiteku” adalah domain utama dan “.com” adalah top level domain (TLD). Kamu bebas membuat sub domain dengan nama apa saja namun pastikan ia mudah ditulis dan diingat.

subdomain adalah

Ada beberapa alasan mengapa sub domain digunakan, berikut beberapa contoh kasus peruntukan sub domain :

Penggunaan Subdomain

Yang paling umum dari penggunaan domain adalah untuk kebutuhan testing atau staging dari website. Seringkali dibutuhkan uji coba untuk mengetes kecocokan plugin atau tema baru, pengujian ini dilakukan di sub domain sebelum di publish di live website.

Tujuan sub domain lainnya adalah untuk membuat toko online. Seringkali perusahaan menginginkan satu lokasi terpisah khusus untuk melayani penjualan yang umumnya lebih komplek dalam manajemennya dari website biasa.

Ada juga sub domain untuk membuat alamat website versi mobile (m.websiteku.com), lokasi spesifik (jakarta.website.com) atau untuk tujuan subdirektori (data.websiteku.com). Kamu bisa menginstal wordpress di sub domain yang sepenuhnya terpisah dari website utama.

Sub domain sangat membantu dalam hal pengorganisasioan konten website agar lebih rapi dan efisien. Penggunaan sub domain yang tepat tidak berdampak buruk pada SEO, namun jika kamu tidak yakin bagaimana melakukannya, lebih baik menempatkan semua kontenmu dalam satu domain saja.

Bagaimana Cara Membuat Subdomain

Kamu bisa membuat sub domain dengan mudah melalui cPanel. Tutorial berikut menggunakan cPanel dari Niagahoster, namun sama saja dan bisa dipraktekkan di semua platform hosting.

Tutorial cara membuat subdomain di cPanel

  1. Akses fitur Subdomains

    Login ke cPanel dan pilih menu Sudomains.membuat subdomain di cpanel

  2. Buat nama subdomain

    Tulis nama sub domain yang kamu kehendaki.nama subdomain cpanel
    Keterangan :
    Subdomain – Isi dengan nama subdomain yang ingin kamu gunakan.
    Domain – Pilih domain yang ingin ditambahkan subdomain.
    Document Root – Folder dari subdomain. Folder ini dibuat dalam direktori public_html.

  3. Klik Create

    Jika form diatas sudah dilengkapi, klik tombol “Create”. Kamu akan melihat pesan sukses tanda berhasil.
    proses membuat subdomain berhasil
    Jika pada langkah diatas terjadi kesalahan atau error, silakan hubungi penyedia layanan hosting untuk meminta bantuan.

  4. Unggah file ke direktori subdomain

    Proses pemuatan subdomain selesai. Silahkan upload file yang ingin kamu gunakan ke direktori subdomain yang baru dibuat tadi.
    upload file

Jika kamu belum memiliki hosting atau sedang berencana melakukan migrasi karena kurang puas dengan provider hosting yang sekarang, bisa coba host website kamu di Niagahoster. Provider hosting asal Jogja ini dikenal luas sebagai penyedia hosting yang cepat. Silahkan baca review lengkap nya di review Niagahoster.

Subdomain vs Subdirektori dari Sisi SEO

Search engine melihat sub domain dan subdirektori secara berbeda. Berikut alasan dan dampak keduanya terhadap SEO.

perbedaan subdirektori

Google dan search engine lain melihat sub domain sebagai website yang berbeda dengan website utama. Ini berarti search engine akan melakukan index terpisah dari keduanya. Yang berarti juga “link juice” dari backlink yang kamu buat pada website utama tidak akan terbagi ke sub domain.

Merangking website pada sub domain sama susahnya dengan merangking website utama. Karena alasan ini, pastikan kamu memiliki alasan yang tepat untuk membuat sub domain. Semisal untuk merangking keywor berbeda, mentarget lokasi spesifik atau menjangkau pengguna dengan bahasa berbeda dari bahasa di website utama.

Subdirektori adalah file yang ada pada domain utama.

Contoh : website.com/toko

Google dan search engine lain tidak melihat subdirektori sebagai website terpisah sehingga “link juice” dan SEO akan terbagi diantara domain dan subdirektori.

Bagi blogger, starup atau bisnis lokal, yang umumnya memiliki resource terbatas, menggunakan subdirektori lebih mudah dan cepat untuk rangking dibanding menggunakan subdomain.

guenesia avatar

GUE GE,

Bekerja Full Time di perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan retail sebagai Web Developer. Blog ini sebagai tempat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang dunia website.

Tinggalkan komentar